Strategi Jitu Bappenas Genjot Kualitas Tenaga Kerja RI


Tenaga kerja di pabrik (Dok. JawaPos.com)
16 February 2018 oleh Administrator

Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan fokus membangun pendidikan keahlian atau vokasi untuk menunjang perekonomian di masa depan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan bersama Kementerian Perindustrian, dan Pemerintah kota Denpasar dalam kerjasama Proyek Percontohan Pusat Pengembangan Keahlian atau Skill Development Center (SDC).

Model SDC ini dikembangkan oleh Bappenas sebagai respon terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo untuk merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Proyek percontohan ini didukung oleh Australia melalui program Kompak (Koloborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan).

Dalam keterangan tertulis, Jumat (9/2), Deputi Menteri PPN/Kepala bappenas Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Pungki Sumadi mengatakan keberhasilan upaya memperkuat daya saing tenaga kerja memerlukan kerjasama lintas sektor di tingkat pusat dan daerah. SDC diharapkan dapat menjadi salah satu jawabannya.

Kementerian PPN/Bappenas memandang SDC sebagai salah satu elemen strategis sebagai sebuah wadah komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi berbagai program dan kegiatan peningkatan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja yang ada. Sehingga dapat berjalan efektif dan fokus pada sasaran peningkatan kualitas tenaga kerja sesuai potensi dan kebutuhan pihak pengguna pada daerah masing-masing.

Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas, Mahatmi Saronto, menjelaskan cara ini memfasilitasi bagi mereka siswa yang belum bisa bersaing. Nantinya mereka bisa mendapatkan tambahan keahlian, yang disediakan oleh lembaga lain.

"Contoh ada SMK yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian yang melakukan pelatihan sehingga lulusannya berkualitas, nanti SMK lainnya yang tidak berkualitas bisa ke sana, sehingga ketika lulus menerima sertifikasi bisa bekerja, tentu inginnya langsung bekerja tapi kadangkala mereka kurang beruntung sehingga mereka memerlukan tambahan pendidikan," jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar Aan Rai Iswara mengatakan orientasi dan tantangan para pekerja adalah potensi calon tenaga kerja di kota Denpasar, sedangkan kompetensi ciri khasnya adalah sertifikasi. Melalui SDC di samping meningkatkan kualitas, peserta akan diberikan sertifikasi sebagai bukti bahwa yang bersangkutan berpotensi.

(ika/JPC)




Sumber : Jawapost