Revitalisasi SMK, Komitmen Pemerintah Sambut Bonus Demografi


21 December 2017 oleh Administrator

Gambar : kemendagri.go.id

Penduduk usia produktif masyarakat Indonesia akan mencapai puncaknya di tahun 2030. Jika lonjakan jumlah tenaga kerja ini dapat dioptimalkan, Indonesia diramalkan mampu menjadi negara maju tepat pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2045 nanti.

Untuk memastikan target ini terpenuhi, para pelajar perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni agar mampu bersaing di dunia industri, terutama di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal ini yang kemudian melahirkan ide agar sistem pendidikan vokasi di Indonesia perlu dibenahi agar lulusan SMK dan vokasi dapat memenuhi kuota tenaga kerja terampil yang diperlukan industri.

Program revitalisasi SMK yang dirancang oleh Direktorat Pembinaan SMK merangkul industri untuk secara terlibat aktif dalam kurikulum pendidikan sekolah. Proses ini bernama Dual System, dan merupakan model yang pernah dipaparkan oleh Mujiyono, Kepala Badan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri di seminar Rembuk Nasional 15 November lalu.

Dual system menitikberatkan industri sebagai pihak yang dirasa paling paham mengenai perubahan-perubahan yang terjadi di industri. Dengan mengutamakan praktek & magang, sistem ini menganut 30% teori dan 70% praktek/magang.& pendidikan karakter di dunia industri.

Ada 4 hal yang perlu direvitalisasi agar SMK dapat berjalan optimal: Revitalisasi Satuan Sistem Pembelajaran, Satuan Pendidikan, Peserta Didik & Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sampai tahun ini, sudah ada 16 perusahaan terkemuka yang bekerja sama dengan Kemendikbud dalam hal fasilitasi tempat magang & pemberian workshop untuk staf pengajar. Beberapa diantaranya adalah Trans Retail, Oracle Academy, Sinarmas & Pertamina.

Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama multilateral dengan Jerman, Belanda, Inggris dan Perancis untuk menghasilkan 100 SMK Pionir.(Chohen)

Download file materi Kebijakan dan Program Pengembangan SMK