Pacu Kontribusi Sektor Industri, Kadin Gelar FGD Triple Helix


27 November 2017 oleh Administrator

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) menggelar diskusi terarah bertema Membangun Industri Berkelanjutan yang bertujuan untuk menghasilkan 4 poin rekomendasi dalam upaya mengembalikan sektor industri sebagai andalan perekonomian nasional. Focus Group Discussion (FGD) tersebut dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 27 November 2017.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Johnny Darmawan mengungkapkan hasil analisa sejumlah lembaga kajian ekonomi maupun data pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan dibandingkan dengan era 90-an hingga awal 2000-an.

Terpaan dua kali krisis keuangan global berimbas nyata terhadap sektor industri nasional. Dampaknya masih terasa hingga kini, dengan sumbangsih sektor industri, khususnya manufaktur, yang belum lagi menyentuh angka ideal sebagaimana periode pra-krisis.

"Oleh karena itu, inisiatif Kadin Indonesia untuk menyatukan komponen triple helix, yaitu pelaku industri (Kadin & Asosiasi), Pemerintah (regulator), dan akademisi/pakar terkait dalam serial FGD (satu FGD utama & empat FGD sektoral) yang bermuara pada suatu saresehan nasional, akan menjadi wadah urun rembug para pemangku kepentingan utama sektor industri nasional," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin (27/11/2017).

Melalui rangkaian FGD, Kadin ingin menghimpun berbagai masukan terkait aspek fabrikasi, aspek regulasi, aspek produksi hingga aspek ketenagakerjaan. Sedangkan saresehan sebagai puncak kegiatan menjadi wahana penyatuan gagasan, pencanangan proyeksi, dan arah implementasi bersama terkait pembangunan industri berkelanjutan.

Johnny menambahkan, industri manufaktur tidak sebatas pendirian dan operasi suatu pabrik. Ada banyak unsur penting lainnya yang perlu dipertimbangkan secara simultan dan menyeluruh, mulai dari bahan baku, disiapkan konsep ketersediaan secara berkelanjutan dan bisa diandalkan.

Selain itu, sumber daya manusia menjadi faktor produksi penting yang terus menerus harus dikembangkan kompetensinya, tidak hanya sekadar bekerja, namun memahami apa yang dikerjakan dan bahkan sampai tingkat menikmati apa yang dikerjakan.

“Melalui tahapan-tahapan diskusi ini, diharapkan akan lahir kebijakan yang supportif & kondusif terhadap pembangunan industri, perhatian pada pentingnya peningkatan TKDN, pentingnya peningkatan kualitas SDM, dan yang utama adalah keberpihakan pemerintah pada sektor industri nasional,” jelas Johnny.

Johnny berharap, rangkaian kegiatan ini akan menghadirkan solusi bagi sejumlah problematika dalam pembangunan industri. Salah satunya adalah terkait Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Johnny menjelaskan, kandungan lokal tidak hanya sebatas pemenuhan syarat bahan baku produksi maupun SDM. Kandungan lokal juga mengandung pengertian komponen domestik. Artinya, ada upaya pemanfaatan yang lebih besar atau prioritas pada produk-produk yang dihasilkan industri Dalam Negeri.

“Dengan demikian, syarat TKDN tidak hanya berupa aturan yang harus dipenuhi oleh dunia industri, tapi juga bermanfaat secara langsung bagi industri lokal melalui pemanfaatan produk yang dihasilkan industri nasional,” tambah Johnny.

Sebagai penanggung jawab rangkaian kegiatan, Johnny menjelaskan bahwa pasca FGD utama hari ini, akan digelar tiga seri FGD yang merupakan kajian sektoral. Kajian sektor Migas & Petrokimia akan mengusung tema: Penguatan Struktur Industri: Membangun Industri Petrokimia Hulu. Diikuti kajian sektor berbasis logam dasar dan mineral tambang, dengan tema: Penguatan Struktur Industri: Membangun Industri Berbasis Mineral Logam. Sementara itu, FGD Sektor Industri Agro akan mengangkat tema: Penguatan Struktur Industri: Membangun Industri Berbasis Agro.

“Sebagai penutup yang merangkum serial kegiatan ini, Kadin akan menghadirkan para menteri & pimpinan lembaga terkait dalam kegiatan saresehan sekaligus peluncuran program “Membangun Industri Nasional Berkelanjutan” jelas Johnny.

Diharapkan, rangkaian diskusi hingga saresehan ini akan membuahkan sejumlah kebijakan prioritas yang dirumuskan sebagai rekomendasi dunia usaha & keberpihakan pemerintah. Empat poin yang dinilai krusial sebagai output diskusi adalah:

a) Rekomendasi pengembangan industri manufaktur difokuskan pada pendalaman struktur industri

b) Rekomendasi keberpihakan pemerintah dalam mendukung dan pemanfaatan TKDN.

c) Rekomendasi keberpihakan dalam meningkatkan Kompetensi sumber daya manusia dalam lingkungan ekosistem inovasi berkelanjutan dan memperkuat daya saing industri

d) Rekomendasi keberpihakan Pemerintah dalam mendukung ketersediaan bahan baku dan pasokan energi yang berdaya saing.

Johnny menambahkan, apabila tahapan tersebut bisa terejawantahkan dengan target dan proyeksi yang jelas, Kadin Indonesia meyakini kebangkitan industri akan menjadi sesuatu yang riil, tergambar melalui kontribusi sektoral yang semakin optimal bagi pembangunan ekonomi nasional.


Sumber : Bisnis.com