Kemenkoekuin Terbitkan Buku Kebijakan Pengembangan Vokasi


22 December 2017 oleh Administrator

Menghadapi bonus demografi, pemerintah bersiap-siap untuk membangun tenaga kerja yang berdaya saing tinggi sejak dini. Salah satu program terbesar adalah revitalisasi SMK dan pendidikan vokasi dengan melibatkan industri sebagai tonggak.

Untuk mensosialisasikan ide & program ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menerbitkan ‘blue print’ berupa buku berisi kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia. Peluncuran buku ini diadakan tanggal 21 Desember 2017 lalu di Hotel Borobudur, Jakarta

Dalam sambutannya,Deputi VI Menkoekuin Rudy Salahudin memaparkan mengenai 7 pilar penting yang akan mendorong kualitas pendidikan vokasi, yaitu: reformasi kurikulum, investasi infrastruktur, transformasi SMK, fokus pada permintaan industri, pelatihan staf pengajar sampai optimalisasi program magang dengan bekerja sama dengan industri.

Saat ini, pemerintah sedang fokus pada beberapa sektor industri yang dipilih karena tingkat peluang penyerapan tenaga kerja dari lulusan vokasi yang tinggi, yaitu: Agrobisnis, Pariwisata, Kesehatan & E-Commerce. Sedangkan perolehan jumlah tenaga kerja terbanyak oleh vokasi baru dihasilkan oleh jurusan Teknik Komputer, Teknik Mesin & Administrasi Perkantoran. Jika ini tidak segera diantisipasi, sektor unggulan tersebut akan terus mengalami kekurangan pasukan tenaga kerja yang cukup.

Selain masalah itu, kita harus bersiap menghadapi peluang penurunan permintaan lulusan vokasi sebesar 498 ribu setiap tahun di era digital. Menanggapi hal ini, pemerintah mencanangkan program pelatihan entrepreneurship & inkubasi start up di dalam pendidikan vokasi agar siswa dapat menciptakan lapangan kerja di masa depan.

Program revitalisasi SMK dapat dilihat secara detil didokumen ini