Di Acara BI, Jokowi Singgung Pendidikan SMK yang Monoton


27 November 2017 oleh Administrator

Foto : Presiden Jokowi di acara Bank Indonesia (Bagus Prihantoro/detikcom)

Jakarta - Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Sedangkan pendidikan di Indonesia, kata Jokowi, masih monoton.

"Pendidikan utamanya pendidikan vokasi kejuruan, kedua training vokasi, ketiga politeknik. Tiga hal penting ini harus kita kerjakan dalam waktu singkat. Kita tidak punya waktu lagi. Perombakannya memang harus besar-besaran," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Sebanyak 60 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP, kata Jokowi. Untuk meningkatkannya, perlu pengembangan sekolah vokasi.

"Dulu SMK sendiri perlu perombakan besar karena guru di SMK kita 80 persen itu guru normatif. Harusnya skill, pelatih anak kita untuk memperkuat skill mereka. Misalnya guru PPKN, bahasa Indonesia, apa lagi yang normatif?(Guru) agama. Bukan ndak perlu, tapi SMK itu mestinya guru-guru yang bisa meng-upgrade skill anak kita," tutur Jokowi.

Acara itu dihadiri oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Gubernur BI Agus Martowardojo dan jajarannya, hingga sejumlah anggota DPR. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Saya kira Mendikbud mulai mengubah itu. Based learning, bagaimana mencari solusi, bukan hafalan lagi, karena dunia berubah," ujar Jokowi.
(bpn/ams)


Sumber : News.Detik.com